Sesama Anggota DPR 'Ribut' Soal Pemilihan Bos OJK

Sesama Anggota DPR 'Ribut' Soal Pemilihan Bos OJK

- detikFinance
Rabu, 06 Jun 2012 11:52 WIB
Sesama Anggota DPR Ribut Soal Pemilihan Bos OJK
Jakarta - Komisi XI DPR RI sempat terpecah belah dalam menentukan rapat bersama Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beberapa anggota fraksi meminta rapat dilaksanakan tertutup, tapi sebagian meminta rapat dilakukan secara terbuka.

Salah satu Anggota komisi XI dari Partai PDIP Dolfie OFP bersikukuh meminta rapat dilaksanakan secara tertutup karena jika rapat terbuka maka akan terbatas untuk menanyakan hal yang bersifat prbadi.

"Saya rasa rapat ini harus tertutup agar dapat informasi yang tepat dan tidak terbatas ketika bertanya pada hal yang bersifat pribadi, sebaiknya kita rapatnya tertutup saja," kata Dolfi di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut juga didukung oleh anggota komisi XI lainnya yaitu, Edwin Kawilarang. Ia menilai rapat harus tertutup karena akan tidak etis jika ada hal yang bersifat person to person dan pribadi.

"Tidak etis yang sifatnya dibuka kepada umum. Kalau di pansel pasti ada pembahasan tentang itu meskipun kita menyebut inisial," tambahnya.

Tapi pernyataan tersebut, langsung disanggah anggota komisi XI yang lain yaitu Nusron Wahid, yang meminta rapat dilaksanakan secara terbuka karena menurutnya setiap masyarakat berhak memperoleh informasi.

"Sifatnya publik itu tidak ada larangan, saya rasa ini publik tetap perlu tahu, kalau ada nama disini jangan di kutip tapi off the record," tegasnya

Melihat perdebatan yang panjang, antar anggota, Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Aziz akhirnya memutuskan rapat dilakukan secara terbuka.

"Ya kita lihat perkembangan, tapi usulan pak Nusron bisa kita pakai, dan rapat tetap terbuka," ujarnya

Ditempat yang sama Menteri Keuangan Agus Martowardoyo menjelaskan, bahwa dalam pertemuan bersama DPR hari ini Pansel hanya akan menjelasakan mengenai sistem pemilihan ke 14 nama DK OJK.

"Kami ingin mempaikan bahwa menyampaikan bawa kami tidak dalam bicara terkait individu, tapi sistem dan proses itu yang kami jalankan, kalau terkait individu kami no coment," tegas Agus


(feb/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads