Mulia menjelaskan, iuran yang dikenakan harus mempertimbangkan kemampuan industri keuangan sehingga tidak menjadi beban serta mengurangi daya saing industri keuangan.
"Konsep yang tidak membebankan adalah kalau misalnya persentase-nya cukup kecil dan kemudian tidak bisa disamaratakan untuk yang besar maupun yang kecil," ungkapnya seusai menjalani fit and proper test di Komisi XI DPR, kamis (7/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya bisa lebih kecil dari LPS yang 0,1%," tambahnya.
Terkait latar belakang berbagai calon pimpinan OJK yang berasal dari berabagai kalangan dan institusi, Mulia menjelaskan jika masa transisi untuk menyatukan budaya kerja di OJK harus diutamakan sehingga tidak akan memunculkan ego sektoral berlarut.
"Itu harus menjadi program-porgram yang tentunya kebersamaan diantara staf ataupun sdm yang berasal dari 2 organisasi itu. Bisa dilakukan supaya melebur memiliki satu visi, satu misi, satu budaya, satu nilai. Diharapkan dalam 1 tahun bisa diselesaikan. Tidak boleh terlalu lama," sambungnya.
Terkait pososi seperti komisaris dan pemerintahan yang masih dipegang olehnya. Mulia secara tegas akan meletakkan semua jabatan tersebut supaya bisa fokus berkontrasi di OJK.
(feb/ang)











































