βKami tetap memantau potensi risiko capital outflow yang dipicu ketidakpercayaan investor asing maupun domestik,β kata Director Sovereigns Fitch Ratings Philip McNicholas dalam publikasinya seperti dikutip detikFinance, Minggu (10/6/2012).
Ia menjelaskan, penyebab signifikan penurunan cadev Indonesia pada Mei 2012 adalah dampak valuasi dan intervensi bank sentral untuk menjaga rupiah. Lebih luas lagi, krisis Eropa pun turut memicu investor asing melepas saham emiten Indonesia yang selama ini mereka genggam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Philip mencontohkan, merosotnya cadangan devisa RI pada September 2011 sebesar US$ 10 miliar menunjukkan risiko terkait dengan pergerakan di pasar saham, pasar surat utang, dan pasar valuta asing (valas).
Namun, Ia melihat penurunan cadangan devisa saat ini perlu dilihat lebih jauh. Posisi cadev RI saat ini sudah meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan level pada Juli 2008 sebesar US$ 57 miliar.
Berikut data cadangan devisa Indonesia sejak Januari 2011 :
- Januari 2011: US$ 95,3 milliar
- Februari 2011: US$ 97 miliar
- Maret 2011: US$ 105,7 miliar
- April 2011: US$ 116,5 miliar
- Mei 2011: US$ 118 miliar
- Juni 2011: US$ 119,65 miliar
- Juli 2011: US$ 122,7 miliar
- Agustus 2011: US$ 124,5 miliar
- September 2011: US$ 114,5 miliar
- Oktober 2011: US$ 114 miliar
- November 2011: US$ 111,3 miliar
- Desember 2011: US$ 110,12 miliar
Cadangan devisa RI di 2012 :
- Januari 2012 : US$ 112 miliar
- Februari 2012 : US$ 112,2 miliar
- Maret 2012 : US$ 110,49 miliar
- April 2012 : US$ 116,4 miliar
- Mei 2012 : US$ 111,53 miliar











































