Anggota Komisi XI DPR Kamaruddin Sjam menilai saat melakukan fit and proper test terhadap calon Dewan Komisioner OJK, DPR selalu mengklarifikasi para calon. Menurutnya, ketika diklarifikasi, mayoritas calon membantah laporan dari institusi negara tersebut.
"Itu dari RDP (rapat dengar pendapat) dan RDPU (rapat dengar pendapat umum). Jadi masukkan belum tentu benar. Itu yang ingin saya ungkap saat fit and proper test," ungkap Sjam kepada detikFinance, Selasa (12/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ibu Rijani kariernya bagus, tapi dia disebut rating 43 tetapi rasanya tak masuk di akal. Kayak ibu Ilya juga dia kan pemeriksa independen dan guru besar di Unpad tapi kok di situ disebutkan nggak independen," tambahnya.
Terkait laporan transaksi mencurigakan yang dialamatkan kepada Firdaus Djaelani yang dikabarkan pernah menarik uang Rp 500 juta ternyata itu hasil tabungan dari gaji yang diperoleh selama bertahun-tahun di instansi pemerintah.
"Dia pernah juga direktur. Tabungan itu sampai Rp 1 miliar. Itu mau diambil Rp 500 juta lebih. Apa itu salah?" sebutnya.
(feb/dnl)











































