Menurut Ketua Satgas Waspada Investasi, promosi investasi berkedok Forex Trading atau lainnya makin sering muncul di internet melalui pop-up advertisement atau atau iklan sembulan (unggih). Ia menyasar para mahasiswa dan pekerja kantoran.
"Investasi lewat internet. Ini cukup banyak," kata Sarjito kepada detikFinance, di Jakarta, Rabu (13/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investasi palsu berkedok forex trading, lanjutnya, kini makin banyak. Selain itu, 'baju' Koperasi juga makin menjamur. Untuk itu, ia meminta masyarakat waspada.
"Koperasi banyak, Forex juga. Jika Koperasi memang masih disebutkan, Koperasi adalah Soko Guru Ekonomi Indonesia. Namun orang suka terpeleset, seperti dulu ada Koperasi Bantu Pengusaha Rakyat, tulisannya Koperasi BPR," tegasnya.
"Juga ada agribisnis atau kelengkeng di China, kavling di negara lain. Kita tidak bisa melakukan verifikasi. Kalau kayak gitu, nggak usah diikuti," tegas Sarjito.
Saat ada indikasi investasi yang tidak wajar, Sarjito meminta masyarakat dapat menghubungi saluran aduan diantaranya:
• facebook.com/waspadainvestasi
• waspadainvestasi@bapepam.go.I'd
• waspadainvestasi@yahoo.com
• sms: 0818 98 000 9, atau
• telepon 021-3857821
(/)











































