Demikian disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi Sarjito kepada detikFinance di Jakarta, Rabu (13/6/2012). "Kita ada iklan di televisi meski dengan budget terbatas," katanya.
Dalam menjalankan fungsi sosialisasi, Satgas pernah melakukan kampanye
Goes to Mall dan atau seminar di seluruh daerah. Setiap gerakan sosialisasi dilakukan secara terstruktur dan terprogram.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentuk nyata sosialisasi, antara lain dengan pemasangan stand board yang berisi pengingat Investasi Palsu di beberapa kantor cabang perbankan.
"Kita pikir pasang billboard. Ke depan, kita berhitung kalau dana yang keluarkan bermanfaat akan ditingkatkan," tegas Sarjito.
"Memang ada penyakit di masyarakat atau ada pihak memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat atau ketidakpuasan masyarakat dengan investasi yang ada. Hingga mereka tertutup rasionalitasnya. Sehingga mereka masuk dalam bisnis gali bulang tutup lubang," jelasnya.
Pun demikian masyarakat yang ada di desa atau daerah terpencil. Jangan pernah menjual sawah, bahkan SK Pensiun untuk ikutan investasi palsu.
"Mereka pakai teori gampang. Kalau punya untung 100%, Anda berani. Bahkan lebih mudah karena diimingi-imingi dapat motor," imbuhnya.
(wep/ang)











































