Sudah Dilarang G20, Bank Masih Sering Beri Bonus Gede ke Karyawan

Sudah Dilarang G20, Bank Masih Sering Beri Bonus Gede ke Karyawan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 14 Jun 2012 12:45 WIB
Sudah Dilarang G20, Bank Masih Sering Beri Bonus Gede ke Karyawan
London -

Bank-bank di negara yang tergabung dalam G20 masih membandel. Sudah diminta batasi pemberian bonus, tapi masih tetap diberikan dalam jumlah besar.

Hal tersebut dikatakan oleh tim pembentuk kebijakan G20 Rabu kemarin waktu setempat seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/6/2012).

Salah satu hasil pertemuan G20 yang membahas soal krisis 2007-2009 adalah meminta negara-negara anggotanya untuk membatasi bonus yang diberikan supaya menahan risiko yang berlebihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika jumlahnya tetap harus besar, bonus tersebut bisa diberikan secara berkala. Jadi tidak secara tunai dalam waktu yang singkat.

Dalam laporan Financial Stability Board menjelang pertemuan G20 pekan depan, impelementasi pembatasan bonus itu sudah dilakukan oleh beberapa negara, meski masih banyak bonus yang diberikan tidak sesuai dengan kinerja banknya.

"Keseimbangan antara kompensasi dan kinerja masih menjadi perhatian penting bagi bank, mereka tidak ingin kehilangan karyawan memegang peran penting sehingga kesulitasn untuk memberikan bonus yang haru sesuai dengan kinerjanya," kata laporan FSB tersebut.

Di AS, saham-saham bank sudah terkena pukulan yang telak akibat ketidakpastian krisis utang Eropa. Kinerja bank-bank tersebut juga sedikit tersendat akibat peraturan baru pemerintah setempat.

Rencana pembatasan bonus ini sudah menyulut kemarahan warga Eropa dan AS, karena banyak bank yang diselamatkan pemerintah melalui dana yang dikumpulkan oleh pajak, tapi jajaran direksinya tetap mendapat bonus yang cukup tinggi.

Para pemegang saham pun tidak tinggal diam, seperti yang dilakukan kepada Barclays. Pemegang saham mendesak menajemen untuk memangkas bonus para pegawainya.

Masih dalam laporan FSB tersebut, Indonesia dan Rusia sudah berniat menerapkan aturan ini tapi masih dalam pengkajian. Sementara Argentina, Brazil, China, India, dan Turki memilih untuk menghiraukan beberapa poin dalam aturan G20 tersebut.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads