Calon Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menjadi bulan-bulanan Komisi XI DPR. Saat fit and proper test OJK, Anggota Komisi XI mencecar Muliaman yang juga sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dengan pertanyaan terkait kasus Bank Century dan Bank Indover.
Salah satu Anggota Komisi XI yang menghujani Muliaman dengan pertanyaan tersebut adalah Maruarar Sirait. Politisi PDIP ini menyoroti peran Muliaman saat terjadi likuidasi bank Indover dan bailout Bank Century.
"Saya ingin menanyakan tugas pak Muliaman dalam pengawasan bank, terkait bank Indover dan bank Century. Bagaimana menjelaskan Bank Indover dan Century saat bapak menjabat," ungkap Maruarar saat fit and proper test, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Integritas keputusan kolektif dari BI dan pemerintah? Itu yang menyebabkan persoalan Bank Century," tanya Lauren.
Kasus Bank Century mencuat setelah publik mengetahui pengucuran dana Bank Indonesia (BI) dalam bentuk Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) kepada Bank Century. Hal ini menyebabkan bank ini menerima kucuran dana LPS Rp6,7 triliun.
Saat itu, Muliaman telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengaturan dan Penelitian Perbankan. Dia pun sempat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus tersebut pada tahun 2010 lalu.
Sementara itu, kasus bankrutnya Bank Indover yang terjadi pada tahun 2008 juga masih menyimpan tanya. BI pernah menyampaikan kerugian yang dialami dengan dilikuidasinya Bank Indover oleh pengadilan Belanda sebesar Rp7 triliun. Namun, kini DPR RI kembali mempertanyakan penyebab bankrutnya bank anak usaha BI ini.
(hen/nia)











































