Jadi Bos OJK, Muliaman Tetap Bersinggungan dengan BI

Jadi Bos OJK, Muliaman Tetap Bersinggungan dengan BI

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 20 Jun 2012 12:37 WIB
Jadi Bos OJK, Muliaman Tetap Bersinggungan dengan BI
Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) terpilih Muliaman D Hadad mengakui persinggungan antara Bank Indonesia (BI) dan lembaga baru ini akan tetap terjadi dalam bidang pengawasan.

"Antara BI dan OJK saya kira akan banyak persinggungan-persinggungan," ujar Muliaman ketika ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (20/6/2012).

Muliaman mengakui adanya kesulitan untuk memisahkan antara pengawasan mikro dan makro terutama saat di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya bisa dipisahkan antara makro dan mikro tapi dalam realita praktiknya tidak begitu mudah juga, dan persaingan itu mau tidak mau tidak bisa dihindari," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Muliaman diperlukan koordinasi yang baik di antara dua lembaga ini sehingga permasalahan yang terjadi di negara-negara yang memiliki lembaga pengawasan keuangan seperti OJK ini.

"Membangun koordinasi yang lebih baik. Belajar dari pengalaman negara lain ini sangat diperlukan terutama buat mereka yang saling terkait, sebab persinggungan atau overlapping dalam pekerjaan tidak bisa dihindari," ujarnya.

"Sejak tahap awal kita meyakinkan proses komunikasi dan koordinasi harus embeded dalam proses sehingga build in dia. Jadi koordinasi kita harapkan bukan menjadi statement saja, tapi juga bisa menjadi bagian dalam proses pengambilan keputusan," ujarnya.

Selain itu, Muliaman mengharapkan akses terhadap industri keuangan menjadi lebih terbuka. Pasalnya, jika dibandingkan dengan negara lain, akses ini masih cukup rendah.

"Ada keinginan yang kuat untuk meningkatkan keuangan yang inklusif karena akses terhadap industri keuangan atau jasa keuangan di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga terutama di ASEAN, oleh karena itu bagaimana membuka akses yang lebih luas kepada industri keuangan terutama bagi sebagian besar masyarakat yang memang belum punya akses akan lebih terbuka ke depannya, dan itu nilai tambah yang perlu kita perhatikan," tandasnya.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads