Berikut profil ketujuh pimpinan DK OJK yang berhasil dihimpun detikFinance, Rabu (20/6/2012) dari berbagai sumber.
1. Muliaman Darmansyah Hadad
|
|
Pada tahun 2003 diangkat sebagai Kepala Biro Stabilitas Sistem Keuangan dan sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan sejak tahun 2005. Saat ini ia juga aktif dalam kepengurusan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) sebagai Sekjen, dan dosen di beberapa perguruan tinggi di Jakarta.
Muliaman D. Hadad diangkat pertama kali sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sesuai Keputusan Presiden RI No.69/P Tahun 2006, tanggal 22 Desember 2006. Muliaman juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisaris Lembaga Penjamin Simpanan, Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), dan juga Financial Stability Board (FSB). Diluar kedinasannya, Muliaman juga menjabat sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Ia juga bisa dibilang 'ahli' dalam penelitian dan pengaturan perbankan, dimana termasuk salah satu orang yang membesarkan Direktorat Penelitan dan Pengaturan Perbankan di Bank Indonesia.
Muliaman D Hadad dilantik kembali menjadi Deputi Gubernur BI oleh Ketua Mahkamah Agung Harifin A Tumpa. Pelantikan berlangsung di Gedung MA, Kamis, (29/12/2011).
Muliaman terpilih mengalahkan Wakil Direktur Bank Mandiri Riswinandi dan merupakan hasil pilihan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat. Muliaman diangkat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia sesuai Keputusan Presiden RI No.75/P tanggal 21 Desember 2011 dan diambil sumpahnya (dilantik) pada tanggal 29 Desember 2011.
Muliaman terpilih secara aklamasi dalam pemilihan calon DK OJK di Komisi XI DPR RI yang dilaksanakan pada 19 Juni 2012.
2. Nurhaida
|
|
Sebelum menjabat sebagai Ketua yang menggantikan Fuad Rahmany di Bapepam LK, Nurhaida merupakan Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal.
3. Ilya Avianti
|
|
Ilya merupakan salah satu orang yang mempelopori pengembangan audit berbasis teknologi informasi dengan akses data online dalam rangka pemeriksaan keuangan Negara (e-audit) pada seluruh BUMN. Pendekatan ini memungkinkan auditor BPK dapat melakukan perencanaan audit yang lebih efektif dan efisien tanpa harus datang ke tempat auditee, karena dapat mengakses data dari kantor BPK.
4. Firdaus Djaelani
|
|
Firdaus Djaelani, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penjaminan dan Manajemen Risiko LPS diangkat sebagai Kepala Eksekutif LPS menggantikan Krisna Wijaya yang mengundurkan diri sejak tanggal 2 Januari 2008.
Sebagai salah seorang anggota tim pembentukan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Firdaus Djaelani tahu persis mengenai detik-detik ketergesaan penandatanganan naskah UU SJSN oleh Presiden RI Megawati Soekarnoputri pada 19 Oktober 2004. Padahal, esok harinya, Megawati berhenti jadi Presiden kelima (23 Juli 2001 - 20 Oktober 2004).
Firdaus kini telah mundur dari jabatannya sebagai Kepala Eksekutif LPS pada April 2012. Dia kini menjabat sebagai Dewan Komisioner LPS.
5. Rahmat Waluyanto
|
|
Rahmat telah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Gadjah Mada jurusan Akuntansi pada tahun 1983. Setelah itu dia melanjutkan studinya di University of Denver, Colorado pada tahun 1992 sekaligus mengantongi dua gelar yaitu MBA dan Master of Science. Tak hanya itu, dia meraih gelar Doktor dan PhD nya di University of Birmingham, Inggris pada tahun 1997.
Rahmat juga pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur di International Monetary Fund (IMF) dan merupakan Komisaris PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).
6. Nelson Tampubolon
|
|
Tahun 1998, Nelson menjalani Sekolah Staf Pimpinan Bank Indonesia angkatan XXIII, di Jakarta. Sebagai alumnus Lemhannas, Nelson telah menduduki sejumlah jabatan penting di Bank Indonesia. Sejak tahun 2000, Nelson menjabat sebagai Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI hingga 2005. I
Nelson Tampubolon juga pernah menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Singapura. Jabatan itu diembannya selama tahun 2005-2008. Hingga 2012, Nelson menjabat sebagai Direktur Direktorat Internasional BI.
7. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono
|
|
Sebelumnya, Kusumaningtuti pernah menjadi Kepala Pusat Studi Kebanksentralan dan sempat menjabat sebagai Direktur Internasional. Kusumaningtuti juga pernah meraih gelar S2 di The American University, Washington DC, AS.
Halaman 2 dari 8











































