Bankir AS & Eropa Dapat Gaji Besar, di Asia Justru Kena PHK

Bankir AS & Eropa Dapat Gaji Besar, di Asia Justru Kena PHK

- detikFinance
Senin, 25 Jun 2012 15:01 WIB
Bankir AS & Eropa Dapat Gaji Besar, di Asia Justru Kena PHK
Jakarta - Bos-bos di bank raksasa dunia, yang rata-rata berasal dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa, masih menikmati gaji tinggi di tengah krisis. Sementara perbankan Eropa di Asia justru mempersiapkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK).

Langkah pengurangan pegawai itu dilakukan akibat panjangnya krisis utang Uni Eropa dan pertumbuhan ekonomi China yang melambat. Faktor tersebut secara tidak langsung akan berpengaruh kepada ekonomi regional.

Pemangkasan itu banyak dilakukan di divisi investment banking dan brokerages. Berdasarkan perbincangan Reuters dengan beberapa bankir dan sumber lain di industri perbankan, bisa dikonfirmasi sedikitnya 50 orang sudah kena PHK dalam tiga pekan kebelakang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang-orang yang dirumahkan itu berada di tingkat yang berbeda, mulai dari ekspatriat senior sampai bankir junior yang belum punya jam terbang tinggi. Beberapa PHK diharapkan akan terjadi lagi dalam beberapa pekan mendatang.

CLSA, Deutsche Bank , Goldman Sachs dan UBS merupakan bank-bank yang sudah melakukan pemecatan terhadap karyawannya di Asia.

"Dalam mengantisipasi situasi yang lebih parah dari ekspektasi pasar dan berlebihnya jumlah karyawan di industri perbankan, kami sudah mengambil keputusan sulit dalam mengurangi pegawai," kata Anna Tehan, juru bicara CLSA dikutip dari CNBC, Senin (25/6/2012).

Dua orang sumber di CLSA mengatakan, dalam dua pekan terakhir sudah ada pemecatan di 10 divisi CLSA. Salah satu sumber merinci, pemecatan dilakukan terhadap 25 orang di Hong Kong dan 10 di India.

Seperti diketahui, para bankir senior di bank raksasa dunia masih menikmati kenaikan gaji dobel digit, padahal bank-bank tersebut sudah kena penurunan peringkat akibat risiko tinggi dari imbas krisis utang Uni Eropa.

Industri finansial, terutama bank, memang masih menjadi primadona di AS dan Eropa, terutama dalam hal gaji dan bonus meski di tengah krisis seperti sekarang ini. Terbukti dengan terus naiknya gaji para bankir.


(ang/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads