Bank Indonesia (BI) memberikan tips berupa kiat aman dalam menggunakan kartu Debet/ATM dan uang elektronik.
"Pesatnya perkembangan produk dan jasa perbankan saat ini mengharuskan konsumen untuk jeli dalam memilih produk dan layanan yang ditawarkan. Berikut ini adalah beberapa tips praktis yang dapat dipergunakan konsumen perbankan agar dapat bertransaksi secara aman," ungkap BI seperti dikutip detikFinance dalam situs Bank Indonesia, Selasa (25/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiat Aman Menggunakan Kartu ATM/Debet
- Nasabah dihimbau untuk mengganti PIN secara berkala dan hindari nomor PIN yang mudah ditebak seperti tanggal lahir atau nomor telepon
- Lindungi kerahasiaan PIN dengan menutup dengan tangan ketika memasukkan PIN atau gunakan ATM yang telah memakai PIN cover atau yang telah dilengkapi dengan anti skimming.
- Hal tersebut berlaku jika Anda melakukan transaksi belanja di merchant pada mesin EDC.
- Jangan memberitahukan PIN Anda kepada orang lain maupun tanda tangan Anda.
- Simpan kartu ATM/Debet di tempat yang aman.
- Jika kehilangan kartu, segera hubungi nomor telepon darurat institusi keuangan yang menerbitkan kartu Anda. Biasanya tertera pada sisi belakang kartu.
- Waspadalah terhadap lingkungan sekeliling ATM dan perhatikan kondisi fisik ATM maupun EDC pada merchant. Jika terdapat alat yang mencurigakan atau mesin dicurigai rusak, jangan melakukan transaksi pada mesin tersebut dan segera melaporkan kepada pihak penerbit kartu maupun pihak berwajib.
- Setelah Anda menarik tunai dana atau melakukan transaksi belanja Anda, segera ambil kembali kartu ATM/Debet dan simpan bukti transaksi ATM/Debet Anda. Selalu lakukan pencocokan antara bukti transaksi dengan mutasi transaksi pada rekening Anda. Jika terdapat transaksi yang mencurigakan, segera lapor kepada penerbit kartu untuk dilakukan investigasi.
Kiat Aman Menggunakan Uang Elektronik
- Pastikan dana tersedia di dalam uang elektronik Anda saat Anda melakukan transaksi, karena pemakaian uang elektronik akan langsung mengurangi nilai yang tersimpan dalam uang elektronik Anda.
- Pastikan Anda mengambil kembali uang elektronik setelah pemakaian.
- Selalu cek jumlah nilai di uang elektronik Anda, hal ini untuk mengantisipasi pemakaian yang tidak Anda lakukan.
- Simpan uang elektronik Anda di tempat yang aman, jika uang elektronik Anda hilang atau dicuri, segera laporkan ke bank atau lembaga selain bank yang menerbitkan uang elektronik Anda.
"Penggunaan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) dan uang elektronik oleh masyarakat telah banyak dirasakan manfaatnya. Namun demikian, penggunaan APMK dan uang elektronik yang tidak hati-hati akan dapat menimbulkan berbagai risiko. Untuk memitigasi berbagai risiko tersebut, perlu diperhatikan tips aman dalam penggunaan APMK dan uang elektronik tersebut," tutup BI.
(dru/ang)











































