"Dalam rangka pekan Financial Inclution, hari ini menjadi hari rajin menabung nasional. Hari rabu. Dan di tiap minggu pertama, menjadi hari kunjungan bank-bank ke sekolah, pasar sebagai pos layanan menabung," kata Darmin di JCC, Jakarta, Rabu (27/6/2012).
Ia menambahkan, hari ini juga telah dibuka The 1st ASEAN Conference on Financial Inclution. Konferensi ini sebagai tindak lanjut petinggi negara ASEAN plus 3 di 2011 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diantaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Pertahanan Nasional dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
"Indonesia sendiri sudah lama melalui program yang dapat dikategorikan sebagai financial inclusion, yaitu sejak 1965 dimana pemerintah melaksanakan program perkreditan untuk mendorong peningkatan pangan sekaligus menanggulangi kemiskinan," tambahnya.
Adanya The 1st ASEAN Conference on Financial Inclusion juga diharapkan sebagai sarana sharing dari berbagai negara dan bertukar pengalaman untuk meningkatkan efektivitas program financial inclusion.
"Dalam forum ini akan hadir perwakilan otoritas dari negara ASEAN plus 3, bankir, organisasi international dan para akademisi dan praktisi," tegas Darmin.
Acara dua hari ini nantinya dapat disepakati komitmen dan langkah-langkah strategis, untuk meningkatkan efektivitas program financial inclusion di masing-masing negara.
(wep/dru)











































