Salah satu bankir asal Prancis berumur 37 tahun yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada CNBC, Jumat (29/6/2012), ia sedang mencari pekerjaan yang cocok di Singapura dalam enam bulan terakhir ini.
Saat ini, ia membagi waktu dengan bekerja di London dan New York sebagai direktur di salah satu perusahaan manajemen aset. Hal serupa juga dilakukan oleh suaminya yang menjabat sebagai manajer portofolio di negara yang sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Singapura seperti lahan baru yang masih hijau jika dibandingkan Paris. Mirip Eropa 20 tahun lalu, banyak sekali kesempatan dan prospek yang tersedia di pasar," katanya.
Industri investment banker Prancis merupakan salah satu sektor yang ditinggalkan oleh banyak bankirnya keluar Eropa. Krisis ekonomi dan makin ketatnya peraturan jadi pemicu hal tersebut.
"Sangat, sangat lambat di sini (Eropa). Selain itu makin banyaknya peraturan baru jadi saling tumpang tindih dan akhirnya bikin sulit," ujarnya.
Beberapa perusahaan rekruitmen global mengatakan kepada CNBC memang terjadi lonjakan permintaan dari bankir-bankir Eropa untuk direlokasi ke Asia Tenggara.
Stella Tang, direktur perusahaan rekruitmen Robert Half mengatakan, ada peningkatan 20% dari Eropa untuk posisi di investment banking di Asia, menyalip jumlah permintaan dari Eropa.
Sementara di firma Hudson, lebih dari 50% permintaan pekerjaan di sektor finansial Singapura datang dari Eropa sejak September lalu. Mayoritas di sektor investment banking.
(ang/dnl)











































