Bos Barclays Mundur Terkait Skandal Pencurangan Suku Bunga

Bos Barclays Mundur Terkait Skandal Pencurangan Suku Bunga

- detikFinance
Senin, 02 Jul 2012 12:12 WIB
Bos Barclays Mundur Terkait Skandal Pencurangan Suku Bunga
London - Chairman Barclays, Marcus Agius akan mengundurkan diri hari ini seiring mencuatnya skandal pencurangan suku bunga. Ada ancaman bahwa skandal ini bisa menyebar ke bank-bank lain dan menimbulkan pertanyaan tentang keterlibatan Bank of England.

Menurut seorang sumber yang dekat dengan masalah ini, Agius yang sudah menjabat sebagai Chairman Barclays selama 5 tahun ini akan mengundurkan diri pada hari Senin. CEO Bob Diamond dan Agius ditekan habis-habisan setelah regulator AS dan Inggris mendenda Barclays US$ 453 juta minggu lalu karena menyerahkan pengajuan suku bunga Libor yang tidak akurat.

Sebuah percakapan kunci pada Oktober 2008 menjadi sorotan utama dari dokumen tentang skandal antara Deputi Gubernur Bank of England – Paul Tucker dan Diamond, kata seorang sumber yang tahu masalah ini dikutip dari CNBC (2/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumen yang dirilis pekan lalu itu menunjukkan, beberapa orang di Barclays salah mengira dan percaya bahwa Bank of England telah mendapat izin untuk mengirimkan perkiraan Libor yang dipalsukan jadi lebih rendah setelah percakapan itu.

Barclays telah mengakui bahwa mereka menyampaikan estimasi palsu biaya pinjamannya dari akhir 2007 hingga Mei 2009 karena mereka pikir saingannya melakukan hal yang sama dan pernyataan yang lebih tinggi membuatnya tampak bermasalah.

Departemen Kehakiman AS melalui keterangan tertulis yang dirilis setelah denda itu menyebutkan, percakapan antara pejabat senior BoE dan Barclays pada 29 Oktober 2008 telah mendorong pengajuan bank jadi lebih rendah.

Dokumen Departemen Kehakiman mengatakan, substansi percakapan tersebut kemudian disampaikan ke karyawan Barclay lain. Beberapa di antaranya keliru dan mengira bahwa mereka diinstruksikan oleh BoE untuk membuat pengajuan Libor jadi lebih rendah.

Barclays juga sudah mengakui bahwa beberapa trader mencoba memanipulasi pengaturan tingkat penawaran interbank London (Libor) yang digunakan di seluruh dunia sebagai patokan untuk menentukan harga derivatif dan produk keuangan lainnya senilai US$ 350 triliun.

Belasan bank sedang dalam penyelidikan global yang sudah berjalan sejak lama oleh otoritas di Amerika Utara, Eropa dan Jepang. Beberapa di antaranya meliputi Citigroup, UBS, HSBC dan Royal Bank of Scotland. Analis dan para pakar memperkirakan akan ada denda yang lebih besar lagi.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads