Bank asal Malaysia yakni Bank Islam Malaysia Bhd tengah menunggu respons dari salah satu Bank Syariah di Indonesia terkait proposal akuisisi.
Dalam proposal tersebut, Bank Islam Malaysia berencana mengakuisisi 30-40% saham sebuah bank syariah yang belakangan diketahui yakni PT Bank Muamalat Tbk.
Managing Director Bank Islam Malaysia Bhd, Datuk Seri Zukri Samat mengungkapkan akuisisi tersebut merupakan bagian dari pengembangan rencana bisnisnya ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zukri juga merespons terkait dengan aturan BI mengenai kepemilikan di perbankan nasional di mana BI bakal mengatur batas maksimum kepemilikan saham perbankan sebesar 40%.
Menurutnya, Bank Islam Malaysia tidak mempermasalahkan hal tersebut karena batas akuisisinya masih sesuai dengan ketentuan yang baru akan segera dirilis BI.
"Kriteria yang paling penting bagi kita adalah melalui akuisisi dan bermitra dengan bank manapun bahwa kita tertarik sehingga kita dapat memberikan nilai tambah untuk itu," katanya seperti dikutip kantor berita Bernama.
Namun Zukri tidak menyebutkan nama bank syariah yang bakal diakusisi tersebut. Tetapi Zukri berharap akuisisi bisa direalisasikan sebelum akhir tahun 2012.
Media bisnis lokal Malaysia di Februari 2012 sempat meramaikan aksi Bank Islam Malaysia ini dan mengkaitkan dengan Bank Muamalat. Bank Muamalat merupakan salah satu bank syariah terbesar di Indonesia.
CIMB Research bahkan mengatakan dalam pertemuan terakhir, manajemen menunjukkan bahwa memang terdapat pembicaraan untuk mengakuisisi saham di Bank Muamalat Indonesia.
BI sendiri belum mengetahui rencana akusisi tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad.
"Saya belum mengetahui hal itu, nanti saya cek ke bagian pengawasan," tutur Muliaman dalam pesan singkatnya. (dru/hen)










































