Hal ini disampaikan oleh Head of Global Trade and Receivables Finance HSBC Indonesia, Nirmala Sari dalam paparan HSBC Global Connections Report di WTC, Sudirman (04/07/12).
Laporan ini memaparkan perkiraan arus perdagangan selama 5, 10, dan 15 kedepan secara global, regional, yang terdapat dibeberapa negara. Laporan ini diambil dari 5.800 pengusaha, importir dari usaha kecil dan pasar menengah di seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Emerging Market memberikan andil dalam perdagangan global, Amerika Latin tumbuh sebesar 6% dan Asia 5,4% sampai tahun 2016, China tetap menjadi primadona pelaku ekspor dan impor terbesar dengan presentasi 5,1% untuk import dan 4,7% untuk eksport," imbuh Nirmala.
Dikatakan Nirmala, Indonesia menjadi negara ke empat tercepat dalam kegiatan impor untuk 5 tahun kedepan. Brasil menduduki peringkat pertama dengan presentasi 7,7%, lalu ada India 7,2%, Arab Saudi 6,4% dan Indonesia sendiri diatas 5,5%.
Ia juga mengatakan sektor yang paling cepat tumbuh adalah percetakan, alat-alat telekomunikasi dan emas yang pertumbuhannya sekitar 8-9%.
"Untuk Indonesia sendiri, memang 2-3 tahun mendatang lebih fokus pada import untuk kebutuhan local consumption, tercatat untuk import nonmigas sendiri saat ini berada pada level 17,7% atau turun 0,22% dari tahun lalu yang mencapai 17,92%," jelas Nirmala.
(/)











































