Hingga Mei 2012 tercatat 1.009 kasus fraud yang dilaporkan dengan kerugian mencapai Rp 2,37 miliar.
Bank sentral mengungkapkan fraud di industri perbankan RI terus mengalami penurunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Ronald, jumlah kejahatan terbesar dalam layanan perbankan elektronik saat ini adalah alat pembayaran menggunakan kartu, terutama penggunaan kartu kredit.
"Pada bulan Mei 2012, tercatat 1.009 kasus fraud yang dilaporkan dengan kerugian mencapai Rp 2,37 miliar," ungkap Ronald.
Jenis Fraud yang yang paling banyak terjadi adalah pencurian identitas dan CNP (Card Not Present) yaitu masing masing sebanyak 402 kasus dan 458 kasus dengan nilai kerugian mencapai Rp 1,14 miliar dan Rp 545 juta yang dialami 18 penerbit.
Pada kesempatan ini, Ronald menyampaikan posisi Indonesia kedua terendah dibandingkan dengan negara lain di Asia Pasifik sedangkan berdasarkan data Visa peringkat fraud Indonesia berada pada posisi ketiga terendah di Asia Tenggara, jauh dibawah Singapura dan Malaysia.
"Harus ada kerjasama antara Pemerintah, Kepolisian dan Pelayan jasa dalam mengantisipasi masalah ini agar tidak berlanjut terlalu jauh," kata Ronald.
(dru/dru)











































