“Untuk menutup ruang gerak pelaku kejahatan, BRI telah mengambil langkah-langkah pengamanan di antaranya, mengumumkan nomor call center resmi yakni 14017,” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali dalam siaran persnya, Minggu (8/7/2012).
Selain itu, lanjut Ali, BRI juga mengingatkan nasabah nomor call center BRI tersebut. “Utamanya saat nasabah menerima kartu ATM, kita ingatkan,” jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kasus-kasus kriminal seperti, pencurian bangunan fisik ATM, beberapa tindakan pencegahan yang telah diambil manajemen antara lain memasang kamera pengintai.
“Dari 10.800 ATM BRI, sebanyak 80% di antaranya telah dilengkapi CCTV (close circuit television), dan nantinya secara berkala semua ATM akan dipasangi CCTV,” jelas Ali.
Dalam waktu dekat, masih kata Ali, BRI juga akan memasang alarm di setiap booth ATM. “Alarm tersebut akan menyala apabila terjadi tindakan mencurigakan seperti kamera CCTV ditutup, mesin ATM digoyangkan, dan apabila terdapat benda asing selain kartu ATM yang masuk ke mesin,” imbuh Ali.
Menurutnya, sebagai awalan, BRI akan memasang pengamanan system alarm ini di 3.176 titik ATM. Selanjutnya secara berkala akan diinstal ke semua mesin ATM lainnya. Dengan begini, pelaku kriminal akan berpikir panjang sebelum beraksi disekitar layanan ATM BRI.
BRI memberikan tips umum yang sering disampaikan kepada nasabah, yaitu selalu menjaga kerahasiaan PIN ATM, melakukan penggantian PIN secara berkala, segera ganti PIN apabila diketahui orang lain, tutup dengan tangan saat menekan nomor PIN, pastikan kebenaran PIN sebelum melakukan transaksi, pastikan kecukupan saldo, dan pastikan telah mengambil kartu dan uang dari mesin ATM.
(dru/nia)











































