Sambut Lebaran, Premi Asuransi Adira Bakal Melonjak 20%

Sambut Lebaran, Premi Asuransi Adira Bakal Melonjak 20%

- detikFinance
Senin, 09 Jul 2012 17:32 WIB
Sambut Lebaran, Premi Asuransi Adira Bakal Melonjak 20%
Jakarta - PT Asuransi Adira memproyeksikan akan terjadi peningkatan premi asuransi kendaraan jelang lebaran sebesar 20% di banding bulan sebelumnya. Hal ini dikarenakan gaya hidup masyarakat Indonesia untuk memiliki barang baru terutama kendaraan saat hari raya Lebaran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PT Asuransi Adira, Indra Baruna yang resmi menggantikan Willy Suwandi Dharma.

"Permintaan kendaraan bermotor pasti akan naik sebesar 20% pada sebulan jelang Lebaran. Ini akan meningkatkan premi kendaraan," ujarnya di Jakarta, Senin (9/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Indra, tingginya permintaan kendaraan sepeda motor dan mobil saat satu bulan sebelum Lebaran ini terjadi setiap tahun. Hal ini terjadi karena adanya gaya hidup masyarakat yang selalu memakai barang-barang baru di Hari Raya umat Islam ini.

"Sebulan menjelang lebaran tahun ini premi kendaraan diperkirakan naik 20%," sebutnya.

Hingga semester Q1 2012, Indra menyebut perseroan telah mendapatkan premi baru sebesar Rp 700 miliar. Nilai premi tersebut sebesar 41,17% dari total target premi tahun 2012 sebesar Rp 1,7 triliun.

"Premi tertinggi nanti bakal diperoleh pada kuartal III dan IV. Pada kuartal III ada Lebaran, dan kuartal IV ada tahun baru. Kami optimis target premi tersebut terealisasi," ujarnya.

Mantan Direktur Utama Asuransi Adira yang kini menjabat sebagai komisaris, Willy Suwandi mengaku bahwa premi kendaraan sempat mengalami penurunan di bulan Juni 2012 sebesar 7%-8% dibandingkan Mei 2012. Hal ini sebagai dampak pelaksanaan aturan uang muka kendaraan di perusahaan pembiayaan.

"Namun penurunan ini tampaknya hanya penyesuaian saja, tidak akan berlangsung lama," ucapnya.

Sebab, menurut Willy, permintaan masyarakat akan kendaraan bermotor masih tinggi. Hal ini akan tetap membuat pembiayaan sepeda juga motor tetap tinggi.

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads