Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, leih menguntungkan mengalihkan cadangan devisa BI kepada surat utang dibanding membiarkannya begitu saja di lemari besi.
"Kita beli surat berharga dan tidak simpan dolar dalam lemari besi (berjumlah) banyak. Emang uang beranak?" Kata Darmin di kantornya, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin menerangkan, hasil dana yang diberi BI bersama anggota IMF lain juga tidak langsung digunakan. Dana surat utang hanya sebagai cadangan.
"Dia (IMF) juga belum tentu dipakai, karena itu second line of defense saja. Jadi kalau resources dia sudah di bawah US$ 100 miliar, baru dia mulai pakai," ucapnya.
"Sekarang dia masih punya US$ 400 miliaran kalau tidak salah. Itu bisa dipakai, bisa tidak," tegasnya.
Besaran pemberian utang BI kepada IMF juga merupakan kesepakatan bank sentral di ASEAN. Bank sentral di Filipina dan Malaysia memberi utang dalam jumlah sama kepada IMF.
BI pun hanya mengambil sebagian cadangan devisa yang kini mencapai US$ 106,5 miliar untuk pembelian surat utang IMF.
(wep/dnl)











































