Saham Bank Permata Perlu Dilepas di Harga 2,2 Kali Nilai Buku

Saham Bank Permata Perlu Dilepas di Harga 2,2 Kali Nilai Buku

- detikFinance
Selasa, 24 Agu 2004 14:36 WIB
Jakarta - Pemerintah harus melepas saham Bank Permata di harga 1,6 kali hingga 2,2 kali dari nilai buku (PBV/price to book values). Pasalnya fundamental Bank Permata sangat baik sehingga sudah selayaknya jika bank itu dihargai cukup tinggi.Hal ini disampaikan analis pasar modal dan perbankan dari BNI Securities Muhammad Fendi Susianto dalam diskusi mengenai perbankan Indonesia pasca divestasi yang diselenggarakan INDEF di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Selasa (24/8/2004).Dijelaskannya saat ini Bank Permata memang sudah menunjukkan peningkatan kinerja keuangan yang bisa dilihat dari laba bersihnya yang mencapai Rp 558 miliar dengan rasio laba terhadap ekuitas sebesar 66,1 persen pada 2003 atau termasuk yang tertinggi di industri perbankan nasional. Sementara margin bunga bersihnya sebagai indikator profitabilitas juga mencapai 4,4 persen dengan NPL sebesar 2,9 persen pada tahun 2003 dan 2,6 persen pada kuartal pertama 2004. Oleh karena itu jika Bank Permata dijual ke investor strategis di atas 51 persen maka harganya harus premium karena selain exciting values maupun future values yang diperhitungkan juga adalah intangible value yang akan berpindah ke investor strategis yakni controlling stake.Menurutnya Bank Pemata mendapat respon positif dari calon investor strategisnya seperti Temasek dan SCB termasuk bank lokal seperti BNI, Bank Danamon, BCA, BRI, Bank Panin dan Bank Mandiri. Namun untuk bank-bank lokal diakui Fendi akan mengalami banyak kendala dalam memenangkan tender mengingat kondisi permodalan dan benturan kententuan BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit) yang mau tidak mau sangat membatasi bank-bank ini dalam kapasitas modal untuk divestasi.Dalam aturan Bank Indonesia, kata Fendi, BMPK hanya diperbolehkan maksimum 10 persen dari total modalnya. Hal ini membuat bank-bank lokal tidak bisa banyak berbuat kendati dari sisi likuiditas jauh dari cukup. "Bank terbesar di Indonesia seperti Bank Mandiri saja tidak memiliki kapabilitas modal untuk membeli 51 persen saham Bank Permata apalagi bank lokal yang lain," katanya.Paling maksimal bank lokal hanya dapat menguasai kurang dari 51 persen karena mereka hanya memiliki potensi untuk membali hanya 36,2 persen dan tentu saja mereka harus membentuk konsorsium dengan investor lain mengingat PPA hanya akan menjual saham Bank Permata antara 51-71 persen.Dijelaskannya dengan asumsi bank lokal tetap berpartisipasi dalam divestasi bank Permata lewat konsorsium dan bank lokal menang dalam tender dipastikan hal ini akan berdampak pada penurunan CAR (rasio kecukupan modal) yang cukup signifikan. Hal ini terjadi mengingat CAR perbankan dihitung dengan basis total modal dikurangi penyertaan. Namun dengan melihat perkembangan CAR 10 bank besar per 31 Desember 2003 terutama bank yang menyatakan minatnya masih tergolong tinggi antara 14-40 persen sehingga jika terjadi penurunan maka tidak terlalu mengkhawatirkan. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads