BI: Asumsi Harga Minyak US$ 36/Barel Tak Pengaruhi Inflasi

BI: Asumsi Harga Minyak US$ 36/Barel Tak Pengaruhi Inflasi

- detikFinance
Selasa, 24 Agu 2004 19:33 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) meyakini asumsi harga minyak sebesar US$ 36 per barel dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2004 yang mengakibatkan subsidi membengkak hingga Rp 63 triliun, tidak akan memberi dampak yang besar terhadap inflasi. Pasalnya, selain sebagai pengimpor minyak, Indonesia juga mengekspor minyak sehingga masih memperoleh keuntungan dari kenaikan harga minyak dunia.Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Aslim Tadjuddin, usai rapat dengan Panitia Anggaran di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/8/2004).Aslim mengakui, kenaikan harga minyak terutama akan memberi dampak yang sangat besar kepada negara-negara yang murni menjadi importir minyak seperti Jepang dan Amerika Serikat. "Tapi bagi kita dampaknya bisa fifty-fifty, karena kita kan juga mengekspor. Jadi ada berkahnya juga," tuturnya.Ia juga menegaskan, meskipun Indonesia dinilai sebagai net importir, kondisi tersebut tidak berlaku sepanjang tahun. "Mungkin bulan ini memang net importir, tapi kan bulan depan belum tentu," jelas Aslim.Mencermati kenaikan harga minyak, lanjut Aslim, BI juga akan memperhatikan perkembangan ekonomi global. Selain itu, BI juga akan disiplin dan konsisten melaksanakan kebijakan moenter yang saat ini dilakukan secara tight bias.Sementara itu, mengenai asumsi seperti inflasi 7 persen dan nilai tukar rupiah Rp 8.900 per dolar AS, dalam pandangan Aslim, sudah memperhitungkan faktor asumsi harga minyak sebesar US$ 36 per barel. Khusus untuk rupiah, Aslim meyakini target sebesar Rp 8.900 per dolar hingga akhir tahun ini akan tercapai, jika pemilu berjalan lancar yang pada akhirnya berdampak pada penguatan rupiah."Kita sudah mencoba beberapa skenario dan Rp 8.900 itu rata-rata dari Januari hingga akhir tahun, meskipun dalam lima bulan terakhir rupiah berada di kisaran Rp 8.900-9.000 per dolar AS," demikian Aslim Tadjuddin. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads