Transaksi Mobile Banking Bank Mandiri Tembus Rp 2 Triliun/Bulan

Transaksi Mobile Banking Bank Mandiri Tembus Rp 2 Triliun/Bulan

Syubhan Akib - detikFinance
Rabu, 18 Jul 2012 12:22 WIB
Transaksi Mobile Banking Bank Mandiri Tembus Rp 2 Triliun/Bulan
Ilustrasi foto: Whery/detikFinance
Jakarta - Adanya fasilitas mobile banking membuat transaksi makin mudah. PT Bank Mandiri Tbk mencatat penggunaan mobile banking memiliki volume hingga Rp 2 triliun per bulan.

Director Micro and Retail Banking Bank Mandiri Budi G Sadikin menjelaskan kalau mobile banking yang disediakan Bank Mandiri kini sudah memasuki generasi ketiga.

"Kini total user kami sejak pertama sudah mencapai 5,5 juta nasabah. Mereka melakukan transaksi sampai 57 juta transaksi sebulan dengan volume Rp 2 triliun per bulan," bebernya di EX Plaza, Thamrin, Jakarta, Rabu (18/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan yang sama, Head Country Google Indonesia Rudy, mengatakan layanan perbankan seperti mobile banking dan internet banking masih akan terus berkembang tiap tahun.

"Pertumbuhan pengguna internet kita 22%, tertinggi di Asean. Penggunanya 23 kali lebih besar dari 5 tahun lalu," jelasnya.

Menu transaksi mobil banking Bank Mandiri mencakup cek saldo, info mutasi rekening, transfer, isi ulang pulsa, pembayaran rekening listrik, pembayaran telepon, pembayaran TV Kabel, pembayaran kartu kredit, hingga informasi suku bunga dan pencarian lokasi ATM/Cabang bank Mandiri.

Dari pengguna mobile banking Bank Mandiri sendiri dijabarkan Budi mencakup 64 persen Blackberry, 23% android, 13% iPhone.

"Uniknya, aplikasi untuk Blackberry kita luncurkan April tahun lalu, sementara Android baru kita luncurkan di Mei, dua bulan lalu da sudah mengambil pangsa pasar yang cukup besar," kata Budi.

Pada periode Januari-Mei 2012, volume transaksi finansial yag dilakukan melalui mobile banking telah mencapai 46,6 juta transaksi dengan nilai transaksi di kisaran Rp 8,7 triliun.

Jumlah itu tumbuh 43% dari transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 6,1 triliun.

(syu/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads