"Hal ini jelas menandakan kuatnya perekonomian Indonesia pada paruh pertama tahun ini, meskipun adanya tekanan dari ekonomi global," ungkap Presiden Direktur Danamon Henry Ho saat pemaparan Kinerja Keuangan di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
Danamon menyatakan hingga akhir semester I-2012 telah menyalurkan kredit Rp 110 triliun, naik 19% dari tahun lalu Rp 93 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kredit di segmen mass market ini tumbuh sebsar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 64 triliun sampai 30 Juni 2012 dan berkontribusi 58 persen kepada total portofolio kredit Danamon," sambung Vera.
Vera juga menjelaskan, segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencatat pertumbuhan kredit 20% menjadi Rp 28 triliun atau 25% dari portofolio kredit Danamon. Sementara pembiayaan alat-alat berat yang disalurkan melalui unit bisnis ABF (Assets Based Fiancing) tumbuh 64% menjadi Rp 5,6 triliun dan kredit korporasi tumbuh 13% menjadi Rp 13 triliun.
"Pertumbuhan kredit kami di enam bulan pertama 2012 juga disertai kualitas aset yang terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) turun menjadi 2,5 persen dari 2,9 persen pada akhir 2011," tutupnya.
(feb/dnl)











































