Jasa penukaran uang receh perorangan dadakan alias makelar penukaran uang mulai beraksi menjelang lebaran tahun ini. Makelar yang biasa disebut 'inang-inang' ini mulai banyak mencari pecahan receh untuk kembali dijual kepada masyarakat.
Pantauan detikFinance di tempat penukaran uang receh yang difasilitasi Bank Indonesia (BI) di Lapangan IRTI, Monas, Jumat (27/7/2012), terlihat beberapa kumpulan orang yang menukar uang dalam jumlah besar. Tak ayal, mereka ternyata adalah para makelar penukaran uang tersebut.
"Kita menukar uang untuk ditukarkan lagi ke masyarakat. Mau tukar uang ke kita?," ungkap salah seorang yang mengaku bernama Mama Chandra di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, setiap penukaran uang satu gepok berarti sama dengan 100 lembar. Pecahan berapapun Mama membebankan uang seolah administrasi yang sama.
Mama rela menukar uang di sela mentari yang tengah menyinar terik di Monas. Ia merogoh koceknya hingga Rp 40 juta untuk memberikan jasa penukaran uang bagi siapapun yang berminat.
"Kita biasanya sudah punya langganan. Jadi tinggal telepon kita samperin deh tuh mereka semua yang mau menukar," tuturnya.
"Dan kita mangkal aja di sini atau muter-muter. Ini kan kita berikan khusus kepada orang yang males mengantre di mobil BI itu," jelasnya.
Per harinya, Mama bisa mendapatkan uang hingga Rp 400.000. Alhasil, sebagai 'Inang-inang' dirinya mendapatkan banyak rejeki dari layanan penukaran uang dadakan ini.
Padahal Bank Indonesia (BI) sendiri bersama industri perbankan memberikan layanan penukaran yang receh baik kertas maupun logam menyambut lebaran 2012 ini.
Pelaksanaan penukaran uang receh ini dimulai pada 23 Juli hingga 16 Agustus 2012. Pusat penukaran uang ini bertempat di Lapangan IRTI, Monas.
BI mengimbau dalam pelaksanaan penukaran uang receh ini, agar masyarakat tidak menukarkan uang di tempat lain yang dipungut biaya. Pasalnya, penukaran uang di lokasi Monas ini tidak dipungut biaya sepeser pun. (dru/dnl)











































