"Akuisisi bank tetap kami jajaki, setelah tiga BPR sudah dilakukan," kata Direktur Utama Bank Jabar Bien Subiantoro di Hotel Four Season, Jakarta, Senin (30/7/2012).
Dalam pengakuisisian BPR, manajemen Bank Jabar Banten menerapkan prinsip kehati-hatian. Mengambil kasus pada rencana pembelian 10 BPR, hanya tiga yang memenuhi kriteria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
VP Divisi Corporate Secretary Bank Jabar, Adang Kusnandar menambahkan, target akuisisi dua BPR telah ditetapkan manajemen. Dari banyaknya calon, BPR Bekasi dan Majalengka adalah bank daerah yang paling menjanjikan.
"Dari rencana yang akan datang, paling bagus menurut kita Bekasi dan Majalengka. Meski ada yang lain, namun mereka sudah baik jadi enggan gabung," tegasnya.
Dengan akuisisi terhadap BPR ini sendiri dapat mendorong peningkatan kredit mikro Bank Jabar. Per Desember 2011, kredit mikro Bank Jabar sebesar Rp 3 triliun dari total portofolio kredit sebesar Rp 27 triliun.
Update terakhir portofolio kredit mikro Bank Jabar mencapai Rp 3,63 triliun dari total pembiayaan Rp 32,7 triliun.
(wep/dru)











































