Raihan laba tidak lepas dari sokongan pendapatan PNM, hingga Juni omzet perseroan mencapai Rp 420,9 miliar, naik 40% dari sebelumnya Rp 300,29 miliar.
Hal ini disampaikan Presiden Direktur PNM Parman Nataatmadja dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UlaMM menjadi kontributor utama bagi PNM hingga saat ini sejak transformasi di 2008," tuturnya.
Sementara total penyaluran pembiayaan melalui UlaMM per Juni 2012 tercatat mencapai Rp 2,2 triliun. Dengan kinerja baik ini ia optimis dapat mencapai target, pendapatan PNM sebesar Rp 893 miliar dengan laba bersih Rp 26,97 miliar di 2012.
Pembiayaan ULaMM 2012 pun diharapkan meningkat 30% menjadi Rp 3,11 triliun dibandingkan periode sebelumnya Rp 2,23 triliun. Salah satu cara efektif dalam rangka peningkatan pembiayaan adalah perluasan jaringan bisnis, dimana akan hadir 100 kantor ULaMM baru.
Dalam rangka penambahan modal, PNM pun siap menerbitkan obligasi sebesar Rp 500 miliar pada Oktober 2012. Hasil emisi obligasi ini seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja atau pembiayaan nasabah UMKM.
"Dengan melihat besarnya potensi bisnis mikro yang prospektif, kami sangat optimistis bahwa obligasi ini akan diminati dan diserap pelaku pasar. Apalagi, obligasi ini bisa menjadi wujud dukungan masyarakat investor terhadap pertumbuhan UMKM," ujarnya.
(wep/hen)










































