"Selama bulan Juli, penukaran uang mencapai Rp 57 miliar dengan jumlah penukar 4236 orang. Rata-rata melayani 230 orang per hari," kata Joni di kantor BI, Jl Imam Barjo, Semarang, rabu (1/8/2012).
Untuk tahun 2012, BI jateng telah menyiapkan uang pecahan kertas sebanyak Rp 10,5 triliun untuk jasa penukaran. Angka tersebut lebih besar dari tahun 2011 yang mencapai Rp 9,4 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puncak jumlah peminat penukaran uang di BI diperkirakan terjadi pekan depan. Hal itu menurut Joni disebabkan oleh gaji dan tunjangan hari raya yang sudah dikantongi oleh para calon penukar uang.
"Yang paling banyak ditukar adalah pecahan seribuan. Satu hari bisa sampai Rp 500-600 juta," ungkapnya.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan menimpa para penukar uang di BI, pihak bank telah menyiapkan sejumlah dokter untuk berjaga-jaga. "Siapa tahu ada yang pingsan gara-gara tidak kuat membawa uang yang banyak. Kami sudah siapkan dokter," imbuh Joni sambil tertawa.
Pria berkaca mata tersebut juga menghimbau agar para calon penukar uang lebih baik mempercayakan pelayanan kepada pihak BI atau bank-bank yang lainnya untuk menukar uang. Hal tersebut dimaksudkan guna mencegah adanya penipuan ataupun peredaran uang palsu.
"Kalau menukar di orang-orang di pinggir jalan, kita kan tidak tahu jumlahnya sesuai atau tidak. Sekaligus mencegah peredaran uang palsu," tutur Joni.
Meningkatnya jumlah penukar uang menjelang lebaran disebabkan oleh faktor budaya yang sudah berjalan lama yaitu dimana anak-anak memperoleh uang jajan dari orang-orang yang lebih tua. Salah satu penukar uang di kantor BI, Agus Prasetyo bahkan rela mengantri sejak pagi di loket BI untuk menukar uang.
"Setiap kali mau lebaran saya ke sini. Untuk dibagikan kepada keponakan-keponakan," katanya.
Di Jateng, Kota Semarang merupakan penukar uang tertinggi yaitu Rp 57 miliar selama bulan Juli. Sementara itu kota lainnya adalah Solo Rp 34,7 miliar, Purwokerto Rp 26,4 miliar, dan Tegal Rp 26,4 miliar.
(dru/agr)











































