"BTN menyiapkan uang tunai sekitar Rp 15 triliun. Uang ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sebulan dari tanggal 1 Agustus atau H-19 sampai dengan 31 Agustus 2012 atau H+11," kata Corporate Secretary BTN, Rakhmat Nugroho dalam siaran persnya, Kamis (2/8/2012).
Rakhmat menjelaskan biasanya kebutuhan uang tunai meningkat pada minggu kedua hingga minggu ke empat bulan ramadan. Pada waktu tersebut mulai banyak dicairkan untuk kebutuhan pembayaran THR dan persiapan mudik lebaran bagi mereka yang akan kembali ke kampung halamannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rakhmat menambahkan uang tunai tersebut didistribusi ke 1.236 ATM BTN dan 696 kantor layanan BTN seluruh Indonesia, melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor kas, baik konvensional maupun syariah.
Sementara itu BTN menyatakan tetap akan memberikan pelayanan pada saat libur bersama sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dengan sistem operasional terbatas.
"Kami tetap memberikan pelayanan untuk tanggal 17 Agustus sampai dengan 22 Aggustus 2012 dengan operasional terbatas. Pada hari Proklamasi dan hari raya Idul Fitri 1433 H yang ditetapkan Pemerintah sebagai hari libur, Bank BTN tidak operasional.
Kemudian pada ramadan kali ini BTN juga telah menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial. BTN memberikan sumbangan berupa alat tulis dan tas sekolah kepada 5.000 anak yatim dan yatim piatu.
BTN juga memberikan bantuan peningkatan sarana pendidikan dan ibadah kepada lembaga pendidikan, panti asuhan dan pondok pesantren dengan total bantuan senilai Rp 1,2 miliar.
Dalam rangka mudik lebaran BTN juga telah menyiapkan mudik bersama pegawai informal terkait dengan pembangunan perumahan. Mereka yang bekerja pada industri terkait dengan pembangunan perumahan telah ikut andil menjadikan Bank BTN seperti sekarang ini.
Oleh karena itu BTN mengembalikan sebagian keuntungan perusahaan salah satunya melalui program corporate social responsibility (CSR) mudik bersama yang akan diberangkatkan pada 14 Agustus 2012. Setidaknya telah tersedia 22 bus yang siap mengangkut 1.200 pekerja informal dengan tujuan Solo, Semarang, Yogyakarta dan Lampung.
(dru/dnl)











































