Direktur Utama Bank Mega, J.B Kendarto menjelaskan pertumbuhan kredit tersebut didukung oleh penyaluran kredit konsumer sebesar Rp 12,8 triliun yang meningkat dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 11,352 triliun.
Sedangkan penyaluran untuk kredit Small Medium Enterprise (SME) juga tumbuh positif mencapai Rp 6,7 triliun atau meningkat dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 2,463 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal sama juga terjadi pada kredit korporasi sebesar Rp 8 triliun atau menurun dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 9,819 triliun.
"Turunnya kredit komersial dan korporasi karena perseroan ke depan akan memfokuskan kepada pertumbuhan kredit SME. Maka dari itu pertumbuhan kredit SME mengalami peningkatan yang signifikan," ungkap Kendarto saat pemaparan Public Expose di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (2/8/2012).
Disisi lain untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) perseoran hingga triwulan II tahun 2012 sebesar Rp 48,9 triliun yang meningkat sebesar 23,4 persen dari Rp 39,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Adapun rincian pertumbuhan DPK yaitu giro naik sebesar 14,2 persen dari Rp 9,3 triliun menjadi Rp 10,6 triliun. Lalu untuk tabungan meningkat sebesar 19,2 persen dari Rp 11,4 triliun menjadi Rp 13,6 triliun. Deposito meningkat sebesar 30,3 persen dari Rp 19 triliun menjadi Rp 24,8 triliun.
Sementara untuk aset perseroan meningkat sebesar 12,7 persen sebesar Rp 57,9 triliun dari Rp 51,4 triliun pada periode yang sama di tahun lalu.
(feb/dru)











































