BNI Optimistis Transaksi Kartu Kredit Capai Rp 18,5 Triliun di 2012

BNI Optimistis Transaksi Kartu Kredit Capai Rp 18,5 Triliun di 2012

- detikFinance
Minggu, 05 Agu 2012 11:36 WIB
BNI Optimistis Transaksi Kartu Kredit Capai Rp 18,5 Triliun di 2012
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat transaksi kartu kredit di Juli 2012 sebesar Rp 1,7 triliun. Angka tersebut meningkat 21% dibanding rata-rata 6 bulan sebelumnya di Januari 2012 hingga Juni 2012. BNI optimistis transaksi kartu kredit mencapai Rp 18,5 triliun di 2012.

General Manager Kartu Kredit BNI Dodit Wiweko Probojakti mengungkapan pencapaian tersebut tumbuh cukup baik seiring dengan adanya liburan sekolah dan dimulainya bulan Ramadan.

"Pencapaian ini terjadi karena liburan sekolah, dimulainya bulan Ramadan, dan program-program promo kartu kredit BNI dengan lebih dari 600 merchant di seluruh Indonesia," ungkap Dodit kepada detikFinance di Jakarta, Minggu (5/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Total nilai transaksi kartu kredit BNI hingga Juli 2012 tercatat sebesar Rp 10,1 triliun atau tumbuh 38% year on year dibandingkan rata-rata industri yang sebesar 11% berdasarkan data Bank Indonesia (BI).

"Pertumbuhan nilai transaksi ini berakibat pada tumbuhnya kredit kartu kredit BNI sebesar 31% year on year menjadi Rp 4,65 triliun sampai dengan Juli 2012, atau tumbuh 3 kali dari rata-rata industri," terang Dodit.

Dengan pertumbuhan yang konsisten seperti ini, Dodit menegaskan BNI optimistis target bisnis tahun 2012 akan tercapai. "

"Yaitu nilai transaksi sebesar Rp 18,5 triliun selama tahun 2012 dan total kredit mencapai Rp 5,1 triliun sampai Desember 2012. Strategi pertumbuhan ini bertumpu pada lengkapnya jenis kartu co-brand BNI, yaitu dengan Garuda Indonesia, LotteMart, Chelsea FC, Bank Sumselbabel, dan kartu Kredit affinity," terangnya.

"Serta program yang sudah berjalan dengan lebih dari 26 universitas/perguruan tinggi terkemuka di seluruh Indonesia, selain dari program-program yang dirancang khusus untuk segmen-segmen customers melalui pemilihan partner strategies dan kemampuan marketing analytics," tutup Dodit.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads