Departemen Keuangan AS cabang negara bagian New York menuduh bank yang berbasis di London itu menutup-nutupi 60.000 transaksi yang melibatkan klien Iran termasuk bank sentralnya dalam rentang 2001-2010.
Hal ini membuat pihak AS geram, Pasalnya, AS bersama sekutunya sudah memberikan sanksi ekonomi terhadap Iran dalam beberapa tahun terakhir ini gara-gara negara islam itu dituduh sedang mengembangkan senjata nuklir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Standard Chartered disinyalir sudah berbagai memalsukan dokumen dan catatan dalam transaksi yang dilakukan oleh pihak Iran tersebut. Atas bantuannya itu, Standard Chartered diperkirakan sudah meraup dana ratusan juta dolar.
"Dipimpin oleh manajemen yang paling senior, (Standard Chartered) merancang dan menerapkan skema rumit yang digunakan dengan menggunakan cabang perusahaan New York sebagai kedok untuk transaksi terlarang dengan Iran. Kesepakatan yang bisa menjadi ancaman perdamaian dan stabilitas global," kata pejabat pemerintah AS dalam keterangan tertulis yang dikutip CNN, Selasa (7/8/2012).
Pejabat pemerintah itu sudah meminta direksi Standard Chartered hadir dalam sidang di New York pada 15 Agustus untuk menjawab beberapa pertanyaan. Sanski yang bisa diberikan mulai dari bayar denda hingga dicabutnya izin operasi di AS.
(ang/dru)










































