Seperti dikutip dari ABC News, Rabu (8/8/2012), selain merusak harga sahamnya, tuduhan itu juga menggerus resputasi bank yang bermarkas di London tersebut. Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat di Bursa London, sahamnya sempat anjlok hingga 25% pada pertengahan perdagangan.
Namun, di akhir perdagangan, koreksi sahamnya bisa sedikit berkurang menjadi hanya 16,5% ke level 12.28 poundsterling per saham. Koreksi saham ini juga mempengaruhi kapitalisasi pasar indeks FTSE 100 di Bursa London. Indeks acuan tersebut turun 1,5% secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini dinilai menyalahi sanksi embargo yang diberikan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Kasus seperti ini bukan merupakan yang pertama terjadi bank-bank raksasa Inggris.
Ambil contoh Barclays, CEO bank tersebut Bob Diamond sudah diminta lengser gara-gara terlibat manipulasi suku bunga. Selain itu, masih ada HSBC yang terkena denda akibat terlibat pencucian uang dengan kartel narkoba Meksiko.
(ang/dru)











































