"Itu terkait national security," ungkap Fernandez di At America Pacific Place Jakarta, Kamis (9/8/2012).
Namun, aturan pembatasan kepemilikan bank di Indonesia tidak berlaku di negaranya karena Amerika membutuhkan suntikan keungan khususnya di bidang jasa keuangan pasca krisis 2008 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menanggapi persoalan pembatasan kepemilikan saham di perbankan Indonesia. Fernandez juga memberikan opininya potensi bagi investor asing untuk berinvestasi. Menurutnya, banyak jumlah penduduk, tumbuhnya kelas menengah dan tersedianya sumber daya alam yang melimpah membuat Indonesia layak dijadikan lokasi berinvestasi.
"Pertumbuhan kelas mengah dan natural resources banyak," tambahnya.
(hen/dru)










































