"Diharapkan, melalui pemanfaatan fasilitas Syariah Bukopin Cash Management, nasabah dapat meningkatkan daya saing melalui efisiensi pengelolaan keuangan," ungkap Direktur Utama BSB, Riyanto dalam siaran persnya, Kamis (9/8/2012).
Syariah Bukopin Cash Management adalah layanan perbankan elektronis yang memudahkan nasabah dalam melakukan akses inquiry saldo dan transaksi secara real time on-line melalui terminal komputer dari lokasi usaha masing-masing sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih efektif, efisien dan tersentralisasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga saat ini, cash management BSB sudah memiliki lebih dari 50 nasabah dengan transaksi Rp 35 miliar per hari," tutupnya.
Saat ini, BSB juga memberikan fasilitas tambahan Syariah Bukopin Cash Managemet ini, yaitu sistem payroll, fasilitas yang berfungsi untuk melakukan pengiriman gaji karyawan yang dilakukan secara elektronik (electronic payroll instruction). Selain itu juga ada virtual account, ini merupakan nomor sub rekening bayangan dari satu rekening giro yang dibuat oleh BSB dengan tujuan untuk mengakomodir keinginan nasabah dalam identifikasi transaksi-transaksi setoran ke rekeningnya (identified account receivable).
"Kami terus meningkatkan kemampuan sistem teknologi informasi untuk mendukung layanan transaksi keuangan yang semakin beragam sehingga kenyamanan dan kepercayaan nasabah ke BSB dapat meningkat," ungkapnya.
Hingga akhir bulan Juni 2012 Dana Pihak Ketiga (DPK) BSB meningkat sebesar 42,67% menjadi Rp 2,476 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp1,736 triliun. Pembiayaan juga mengalami peningkatan sebesar 42,85% menjadi Rp 2,317 triliun. Peningkatan ini diiringi juga kenaikan total aset sebesar 41,66% menjadi Rp3,161 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp2,231 triliun. Rasio kecukupan Modal (CAR) diposisi 13,25% dan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) turun menjadi 2,68%.
(dru/hen)











































