Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) gembira dengan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak diluncurkan tahun 2007, jumlah penyaluran KUR telah tembus angka Rp 82 triliun.
"Proram KUR yang kita mulai sejak tahun 2007, hingga hari ini memiliki kemajuan dan progres yang baik. Dan bagi saya menggembirakan," ungkap SBY kepada wartawan seusai Rapat Terbatas di Kantor Pusat BRI, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Jumat (10/8/2012).
SBY juga mengaku sangat berkesan dengan rendahnya tingkat rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dari debitur model KUR. "Sejak disalurkan tahun 2007
sebesar Rp 82 triliun. Debitur yang kita aliri jumlah 6,8 juta. Yang menggembirakan NPL kurang dari 4%," tutur SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah mencatat kinerja baik, Presiden tetap menginginkan perbankan tanah air lebih memaksimalkan lagi penyaluran KUR hingga ke pusat-pusat kemiskinan.
"Saudara kita yang masuk katagori masayarakat berpenghasilan rendah, banyak berada di pedesaan, di sektor pertaniaan. Jaring ke hulunya, para petani dan nelayan supaya lebih cepat mengurangi kemiskinan dan menciptakan pekerjaan," tutup SBY.
(/)











































