Pantauan detikFinance di lokasi penukaran uang, Senin (13/8/2012) terlihat beberapa mobil dari bank umum dan satu mobil khusus BI menyediakan kebutuhan permintaan uang receh.
"Acara penukaran ini diselenggara oleh BI yang bekerja sama dengan bank BNI, Mandiri, BJB, DKI, BTN, BCA, CIMB Niaga, Permata, dan BRI," kata Staff Khusus Penukaran Uang Receh BI, T Faisal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap penukar bisa menukarkan tiap pecahannya sebanyak 100 lembar atau biasa disebut segepok," terang Faisal.
Selain menukar uang tunai, masyarakat juga bisa menukar dengan uang non-tunai atau disebut dengan APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu), seperti yang saat ini dianjurkan oleh pihak BI kepada masyarakat.
Untuk layanan non-tunai tidak semua bank yang bisa melayani, tetapi baru bisa dikeluarkan oleh Bank BCA berupa Flazz, Mandiri berupa E-Toll, BRI berupa Brizzi, dan BNI pre paid.
Namun, BI membatasi jumlah uang yang akan ditukar dengan receh. Sekali antre, setiap orang hanya bisa menukarkan Rp 5 juta dengan uang receh pecahan berapapun.
Pada kesempatan yang sama, Faisal menerangkan BI juga memfasilitasi para TNI di Mabes AD untuk menukarkan uang recehnya. Deputi Gubernur BI Ronald Waas secara resmi membuka penukaran uang receh khusus untuk para TNI.
Selain di Monas, penukaran uang ini juga diadakan di 5 stasiun kereta api, yaitu di Gambir, Tanah Abang, Kota, Jatinegara, dan Senin dengan memberikan layanan mobil kas keliling ke pasar tradisional dan pasar modern.
(dru/dnl)











































