"Ya kita berharap demikian, bisa mengelola dana. Namun tergantung pemerintah nanti," kata Iqbal di Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Kenapa BTN dianggap pantas mengelola dana Tapernas? Iqbal mengaku, perseroan merupakan perusahaan yang selama ini fokus dalam pembiayaan perumahan sejak 1976.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban atas simpanan BTN juga akan turun tajam dengan hadirnya Tarpernas yang diestimasi mencapai Rp 23,5 triliun (versi REI). Pasalnya dana mahal yang selama ini digunakan untuk membiayai KPR, tergantikan oleh Tapernas.
"Tentu cost of fund akan turun. Namun potensi nilai Tapernas tidak segitu (Rp 23,5 triliun). Di awal akan bertahap," paparnya.
Usulan lain Iqbal dalam mendiring keberhasilan penyelenggaraan Tapernas yakni dana yang dikelola bank dibebaskan dari kewajiban penyediaan GWM.
"Penyedia dana pinjaman uang muka kepada peserta Tabungan Perumahan oleh bank dapa diberikan bobot ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) yang rendah," tegasnya.
(wep/dru)











































