Demikian disampaikan Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di kantornya, Jakarta, Selasa (14/8/2012).
"Kinerja kami cukup tinggi bahkan dari rata-rata industri. Laba hampir tumbuh 40%," katanya," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski kredit sudah tumbuh tinggi, namun kita tidak akan merevisi target kredit," tambahnya.
Aset perseroan juga tumbuh 29% menjadi Rp 95,51 triliun dari periode sebelumnya Rp 73,86 triliun. Dana pihak ketiga juga ikut tumbuh. Hingga akhir semester I-2012 posisi DPK Rp 66,57 triliun. Komposisinya adalah tabungan Rp 17,13 triliun, giro Rp 10,13 triliun, dan yang paling banyak deposito Rp 39,32 triliun.
"Interest income BTN pada semester I mencapai Rp 4,35 triliun, tumbuh 20,37% dari periode 2011," kata Direktur BTN Saud Pardede.
Lalu net interest income BTN mencapai Rp 2,27 triliun, meningkat 34,15% dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,69 triliun.
(wep/dnl)











































