Dalam pengajuan arsip terakhir dengan U.S. Securities and Exchange Commission, Citigroup mengatakan anak usahanya telah menerima tambahan permintaan informasi dan dokumen dari berbagai lembaga pemerintah AS dan non-AS, termasuk dari Jaksa Agung New York dan Connecticut.
Tiga bank lain yang juga dipanggil adalah Deutsche Bank, HSBC dan Royal Bank of Scotland, kata seorang narasumber yang mengetahui kasus ini kepada Associated Press kemarin. Regulator Amerika dan Inggris sudah mendenda bank Inggris, Barclays sebesar US$ 453 juta karena telah memberikan informasi palsu sepanjang 2005 hingga 2009 demi menjaga suku bunga Libor tetap rendah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaksa Agung New York dan Connecticut mengeluarkan perintah pemanggilan ini karena Libor juga digunakan untuk menentukan tingkat obligasi yang diterbitkan pemerintah kota dan provinsi, kata narasumber yang tahu masalah ini kepada AP.
Barclays sudah mengakui bahwa mereka menyetor angka yang lebih rendah dari sebenarnya untuk peminjaman antar banknya, termasuk semasa krisis keuangan pada tahun 2008. Laporan itu dibuat supaya Barclays terlihat lebih sehat dari kondisi yang sebenarnya.
UBS mengajukan laporan ke regulator pada 31 Juli dan menyebut bahwa lembaga-lembaga termasuk Jaksa Agung sedang memeriksa apakah mereka dan bank lain sempat mencoba memanipulasi suku bunga Libor.
Juru bicara Barclays menolak berkomentar lebih jauh. Citigroup dan JPMorgan Chase menolak berkomentar.
(ang/ang)











































