Deutsche Bank Cabut Bonus Karyawan

Deutsche Bank Cabut Bonus Karyawan

Metta Pranata - detikFinance
Senin, 27 Agu 2012 13:32 WIB
Deutsche Bank Cabut Bonus Karyawan
Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Jakarta - Deutsche Bank menjadi bank global pertama yang memperkenalkan aturan untuk mencabut bonus yang diperoleh karyawan di perusahaan tempat bekerja sebelumnya. Bank terbesar di Eropa berdasarkan aset ini telah mengetatkan peraturan bonusnya tahun ini secara signifikan.

Aturan baru ini memungkinkan perusahaan menarik saham-saham yang diterima karyawan senior baru di bank sebelumnya. Para konsultan gaji mengatakan, aturan semacam ini tidak biasa di dunia perbankan namun bisa saja berubah menjadi cetak biru untuk kompetitor.

Ternyata bank-bank Eropa yang mendapat tekanan dari para investor, politisi dan regulator berusaha mencegah karyawan-karyawannya bertindak ilegal atau menimbulkan kerugian dengan lebih sering memotong bonus mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bank-bank Inggris termasuk HSBC, Royal Bank of Scotland dan Lloyds Banking Group merupakan pelaku yang paling aktif sejak aturan pengurangan gaji tersebut diterapkan paksa pada 2009. RBS yang 82% sahamnya dimiliki pemerintah telah menarik bonus dari sekitar 35 karyawan.

Sementara HSBC telah melakukannya lebih dari 10 kali, kata orang yang dekat dengan situasi tersebut. Bank global pertama yang memperkenalkan clawback (pencabutan bonus) di akhir 2008, UBS mengatakan telah menahan SFr204m bonus yang ditangguhkan pada 2011.

Pakar gaji mengharapkan penggunakan clawback bisa meningkat tajam tahun ini seiring rentetan skandal perbankan baru-baru ini, termasuk manipulasi Libor dan kegagalan pencegahan pencucian uang.

Sebuah bank Eropa besar memberitahu Financial Times bahwa mereka sedang memeriksa ratusan kasus baru yang kecenderungannya berujung pada pemotongan bonus.

Aturan clawback memungkinkan bank mengurangi atau memangkas bagian bonus yang ditangguhkan atau belum dibayarkan. Mereka bisa melakukan itu jika laba yang dihasilkan seseorang atau sebuah divisi gagal mencapai target ketika waktu pemberian penghargaan tiba.

Contoh kelas atas baru-baru ini meliputi bank AS JPMorgan Chase yang mencabut bonus karyawan karena kerugian trading US$ 5,8 miliar di unit London. Lloyds juga memangkas penghargaan untuk mantan eksekutifnya karena salah menjual asuransi perlindungan pembayaran.

Anshu Jain, co-chief executive baru Deutsche Bank, baru-baru ini mengatakan keinginannya jadi pemimpin perubahan budaya perbankan, meliputi reformasi di gaji bankir investasi. “Kami sangat yakin bahwa industri secara keseluruhan harus mengubah model kompensasinya,” kata mantan kepala bank investasi Deutsche bulan lalu, dikutip dari CNBC (27/8/2012).

Peraturan bonus bank-bank Jerman yang lebih ketat dan dipaksa berlakukan pada Januari, berlaku untuk semua karyawan senior yang baru masuk dan dianggap terlibat dengan pengambilan resiko bank, kata seorang juru bicara.

Lebih dari 1.300 karyawan teregulasi ini termasuk direktur pengelola di korporasi, bank investasi dan anggota panitia manajemen di seluruh unit.

Seorang pakar rekrutmen memperingatkan bahwa peraturan ini bisa membuat Deutsche Bank sulit menarik talenta senior sebagai kandidat karyawan potensial yang tidak mau meresikokan saham di bank sebelumnya.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads