BNI Kenalkan Cabang Hong Kong ke Investor Melalui Echopulence

BNI Kenalkan Cabang Hong Kong ke Investor Melalui Echopulence

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 27 Agu 2012 17:03 WIB
BNI Kenalkan Cabang Hong Kong ke Investor Melalui Echopulence
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap menggelar acara Echopulence, pertemuan investor institusi global dengan tujuh perusahaan negara di Hongkong pada 30-31 Agustus 2012. Acara ini sekaligus ingin mengenalkan BNI Cabang Hong Kong yang sudah beroperasi sejak lama.

"Kita sebagai tuan rumah, bertempat di kantor cabang Hongkong. Kita ingin lebih banyak orang tahu cabang kita," kata Direktur BNI, Adi Setianto di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (27/8/2012).

Deputi Bidang Usaha dan Jasa Kementerian BUMN, Parikesit Suprapto menambahkan, tujuh BUMN yang terlibat adalah PT Bank Negara Indonesia, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Pegadaian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara ini merupakan non-deal road show dan merupakan agenda rutin dari perusahaan negara untuk mengupdate kinerjanya di hadapan investor strategis. Tidak ada maksud khusus seperti pencarian dana dalam rangka pengembangan modal.

"Sekitar 50 investor besar akan hadir dalam acara ini di kantor BNI Hongkong dengan perkiraan nilai assets under management (AUM) lebih dari US$ 210 miliar," tegasnya.

Beberapa investor tersebut diantaranya AIA, Alliance, Janchor Partners, Frontier Asia Capital, Mirae Asset Management, ING Investment Management, dan masih banyak lagi.

"Ini merupakan refleksi nyata dari performa ekonomi Indonesia yang sangat berkembang," tuturnya.

BUMN lanjut Parikesit memainkan peran yang signifikan dalam mendukung aktivitas negara. Dimana pada akhir 2011, terdapat 141 BUMN, yang secara total menghasilkan pendapatan Rp 1.387 triliun atau 18,7% dari PDB Indonesia di 2011.

BUMN juga menghasilkan total pendapatan sebesar Rp 1.495 triliun dan laba bersih sebesar Rp 145 triliun pada tahun 2012.

(wep/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads