"Kita saja membuat defisit anggarannya kecil. Kalau dinaikkan 0,5% sampe 1% dari GDP juga masih bisa ada ruang," ungkap Darmin di Gedung BI Pusat, Jakarta, Jumat (31/8/2012).
Menurutnya, Indonesia masih memiliki ruang fiskal dan moneter yang baik sehingga membuat kondisi neraca keuangan pemerintah Indonesia lebih baik daripada Amerika Serikat dan Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia mengaku kondisi perekonomian Indonesia secara makro tumbuh dengan baik dan berada dalam posisi aman.
"Tidak overheating (kepanasan) dalam perekonomian saat ini. Pertumbuhan bagus, inflasi dan defisit fiskal rendah. Itu merupakan dari indikator kesimbangan internal," sebutnya.
Darmin menjelaskan tingginya angka impor Indonesia dinilai masih masih normal meskipun ekspor melemah. Namun Ia mengakui jika setelah krisis 1998, industri dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan barang modal di tengah tinggi permintaan di Indonesia sehingga berdampak terhadap tingginya impor barang modal dari luar negeri.
"Tapi sektor industri tidak mampu mendukung. Setelah krisis 1998, industri kita sangat lemah sehingga tidak bisa menghasilkan bahan baku.
Itu akan menambah komplikasi," tutup Darmin.
(hen/hen)










































