Bisnis Penerbangan Melesat, Premi Asuransi Pesawat Ikut 'Terbang'

Bisnis Penerbangan Melesat, Premi Asuransi Pesawat Ikut 'Terbang'

- detikFinance
Selasa, 04 Sep 2012 14:39 WIB
Bisnis Penerbangan Melesat, Premi Asuransi Pesawat Ikut Terbang
Jakarta - Bisnis penerbangan di Indonesia berkembang pesat. Setidaknya, maskapai besar tanah air terus memperlebar jalur penerbangan dan menambah armada pesawatnya di 2012.

Menurut Kepala Divisi Statistik, Informasi dan Analisa Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan merilis pada semester-I terjadi peningkatan premi pada lini usaha asuransi pesawat udara sebesar 131,2 persen atau meningkat menjadi Rp 528,1 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 228,38 miliar.

"Pertumbuhan terbesar di semester-I tahun 2012 pada bruto dibukukan oleh lini usaha asuransi pesawat udara yaitu sebesar 131,2%," kata Budi di Kantor AAUI, Jakarta, Selasa (4/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menambahkan, peningkatan premi pada pesawat udara didorong oleh peningkatan armada pesawat baru yang begitu pesat di tahun 2012. Selain itu, tingginya premi asuransi di sektor penerbangan udara diperkuat dengan resiko pada industri penerbangan yang tinggi.

"Kalau penambahan penerbangan kan penambahan premi. Garuda, Lion Air, Mandala juga menambah pesawat, Sriwijaya ekspansif juga. Jelas itu pertumbuhan di semester pertama. Begitu juga Batavia yang baru diakuisisi oleh AirAsia," tambahnya.

Sementara itu, sejalan dengan peningkatan premi, juga terdapat naiknya klaim bruto pada lini usaha pesawat udara. Pada semester-I tahun 2012, terjadi penambahan klaim pada pesawat udara sebesar 213 persen yaitu sebesar Rp 154,47 miliar.

Budi menjelaskan, peningkatan klaim disebabkan oleh tingginya angka kecelakaan pesawat di tahun 2011 yang baru terbayarkan pada periode sementer-I tahun 2012.

"Kecelakaan pesawat di 2011 lumayan jadi klaim di 2012 cukup tinggi," tambahnya.

Selain berbicara pada klaim pesawat, Budi menjelaskan secara nominal premi dan klaim asuransi terbesar masih disumbang oleh kendaraan bermotor. Pada semester-1 tahun 2012 tercatat premi kendaraan bermotor sebesar Rp 5,68 triliun atau naik 17,2 persen sedangkan klaim kendaraan bermotor sebesar Rp 2,46 triliun atau naik 9,9 persen.

(feb/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads