Dirut Jasa Marga Adityawarman mengaku kecederungannya pengguna e-Toll Card malas melakukan isi ulang. "Saat mengisi ulang sedikit, mereka malas isi lagi," kata Adityawarman di Kementrian BUMN, Jakarta, Jumat (7/9/2012).
Menurutnya, karena harga kartu yang relatif murah dan ditambah lagi memperoleh bonus membuat pengguna jalan tol lebih memilih untuk membeli terus tidak mengisi ulang e-Toll Card.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga semester I tahun 2012, tercatat penjualan e-Toll Card mencapai 919.000 kartu. Adityawarman membantah kalau jumlah lokasi pengisian ulang e-Toll Card yang sedikit menjadi penyebab rendahnya angka pengisian ulang.
"Tempat top up sudah dikasih banyak, ada di rest area, dekat pintu tol, Indomaret," tambahnya.
Melihat rendahnya pengisian ulang e-toll card, Adityawarman menolak menaikkan harga e-Toll Card. Namun memiliki usul untuk lebih memperbanyak Gerbang Tol Otomatis (GTO) daripada gerbang manual sehingga memaksa secara positif pengguna jalan tol agar beralih atau secara berkelanjutan menggunakan e-toll card.
"Solusinya, gardu e-Toll yang dibanyakin, jadi terpaksa memakai, misal ada gardu 10 yang pakai e-Toll Card 8, tapi nggak bisa seperti itu juga," tutupnya.
(hen/dru)











































