Tak Lagi 'Sedot' Dana Haji, Kinerja Bank Syariah Siap Membaik

Tak Lagi 'Sedot' Dana Haji, Kinerja Bank Syariah Siap Membaik

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Sabtu, 08 Sep 2012 10:18 WIB
Tak Lagi Sedot Dana Haji, Kinerja Bank Syariah Siap Membaik
Jakarta -

Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengakui kehilangan potensi pertumbuhan aset dan dana pihak ketiga (DPK) sepanjang semester I-2012 akibat penarikan dana haji, dan pengereman bisnis gadai.

Tidak ingin manja dan tergantung akan hal itu, perbankan syariah siap meningkatkan pertumbuhan aset dan DPK di semester II-2012 dengan mengandalkan channelling ke induk usaha mereka.

"Memang ada beberapa faktor (penurunan aset), dari sisi dana pengalihan dana haji ke Sukuk, kan sebelumnya di kita. Kemudian bisnis gadai syariah yang diatur. Waktu itu konsolidasi. Mudah-mudahan semester II rebound lagi," kata Ketua Asbisindo Yuslam Fauzi di gedung Dhanapala, Jumat (7/9/2012) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbankan syariah selama ini seakan mendapat berkah dari penyimpanan dana haji. Perkiraan Yuslan, sekitar Rp 7 triliun bisa masuk di industri syariah sebagai DPK, sebelum akhirnya hilang.

Padahal, bank-bank syariah telah ekspansi cabang dalam rangka peningkatan dana haji di masa mendatang. "Selama ini bank syariah banyak masuk dana haji. Market share-nya di atas 50%. Dan kita kembangkan jaringan secara agresif, waktu itu tujuannya kembangkan dana haj," ucapnya.

"(Jaringan) Ini agar bank syariah untung, tapi bisnis (dana haji) hilang," keluhnya.

Namun Yuslam mengatakan, perbankan syariah sudah menyiapkan plan-B. Khusus Bank Syariah Mandiri (BSM), ia akan memaksimalkan channelling ke induk usaha, Bank Mandiri.

"Kita garap konsep chaneling dengan bank-bank induk. BSM dan bank syariah lain tentu punya induk dengan jaringan luas," paparnya.

"Namun diperlukan penyatuan teknologi dan edukasi tentang product knowladge, serta penyiapan SDM. Kalau itu jalan kita harapkan ada 'tendangan' signifikan. Melayani lebih luas tanpa buka jaringan baru," imbuhnya.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia Edy Setiadi memang memaparkan data pertumbuhan di semeter I-2012. Pertumbuhan aset tercatat hanya 7,04%, jauh menurun dari periode sebelumnya 48,6%. DPK perbankan syariah hingga Juni 2012 pun hanya 3,62%, jauh dari pencapaian tahun lalu, 51,4%.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads