Rata-rata Pinjaman KUR Naik dari Rp 7,6 Juta Jadi Rp 11,9 Juta/Orang

Rata-rata Pinjaman KUR Naik dari Rp 7,6 Juta Jadi Rp 11,9 Juta/Orang

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Minggu, 09 Sep 2012 16:05 WIB
Rata-rata Pinjaman KUR Naik dari Rp 7,6 Juta Jadi Rp 11,9 Juta/Orang
Jakarta -

Pemerintah mengklaim terjadi kenaikan rata-rata jumlah pinjaman yang diberikan kepada nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Rp 7,6 juta menjadi Rp 11,9 juta per orang.

Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya kredit KUR, sampai Juni 2012, bank pelaksana penyalur KUR terdiri atas lima bank umum konvensional, dua bank umum syariah, dan 26 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Misalnya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat realisasi kumulatif KUR sebesar Rp 20,23 triliun hingga Juli 2012.

"Pinjaman rata-rata per debitur KUR juga terus meningkat. Pada Juni 2012, rata-rata pinjaman per jumlah debitur mengalami peningkatan menjadi Rp 11,9 juta/debitur dari sebelumnya sebesar Rp 7,6 juta per debitur pada 2008," kata Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (9/9/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Choirul menambahkan sejalan berkembangnya kredit KUR, terjadi pergeseran atau migrasi ke kredit komersial. Misalnya plafon kredit komersil penerima KUR sampai Juni 2012 yang cukup besar yakni Bank BRI sebesar Rp 7,1 triliun, Bank Mandiri Rp 1,5 triliun, Bank Syariah Mandiri Rp 199,4 miliar, dan Bank Bukopin sebesar Rp 94,10 miliar.

"Jadi skema KUR ini dikembangkan sebagai embrio untuk kredit komersil. Sasarannya ini," katanya.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Syarief Hasan mengatakan indikator penting lainnya adalah pelaku usaha mikro tidak seterusnya menjadi nasabah kredit mikro. Yaitu pelaku usaha mikro harus berpindah atau bermigrasi ke kredit komersial.

"Artinya kan bisnisnya makin bagus. Lantas dia makin bankable. Relasinya juga dengan lembaga keuangan makin bagus. Integritasnya dilihat. Sebab bisnis UKM-nya bagus, dia menjadi semacam nasabah andalan dari bank atau lembaga keuangan. Ini sebenarnya sasaran dari financial inclusion," kata Syarief.
 
Ia menambahkan KUR telah disalurkan kepada kurang lebih 68 juta debitur. Pada 2008, debitur KUR baru mencapai 1,6 juta. Namun hanya dalam empat tahun kemudian terjadi lonjakan sebanyak 5 juta debitur.

"Data sampai akhir Juni 2012, terdapat 662.579 debitur KUR mikro yang bermigrasi ke komersil. Mereka ini sudah dikenakan bunga pasar dan mampu melakukan ekspansi usaha dan sudah memiliki nilai tambah dalam bisnisnya," katanya.

(hen/rrd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads