20% Koperasi Berizin di Indonesia 'Mati Suri'

20% Koperasi Berizin di Indonesia 'Mati Suri'

- detikFinance
Senin, 10 Sep 2012 15:17 WIB
20% Koperasi Berizin di Indonesia Mati Suri
Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Syarief Hasan mengatakan tidak semua koperasi yang mendapat izin pemerintah beroperasi secara sehat. Tercarar masih ada 20% dari total koperasi di Indonesia yang mengantongi izin dalam kondisi mati suri.

"Koperasi dari 139 ribu yang tidak aktif ada. Namanya ada tapi kegiatannya nggak ada. Sekitar 20%," kata Syarief Peluncuran Indosat Solusi UKM di Jakarta, Senin (10/9/2012).

Ia menjelaskan, meski memiliki izin banyak yang menyebabkan penggiat koperasi belum aktif. Misalnya koperasi bersangkutan ditinggalkan anggota, atau bahkan manajemen koperasi 'hilang'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Alasannya) macem-macem. Anggotanya sudah kabur jadi tinggal namanya. Pengurus nggak ada, kantornya nggak ada," tuturnya.

Ia menuturkan pemerintah sejatinya tidak ingin ada koperasi berizin namun tidak beroperasi. Pasalnya koperasi di Indonesia merupakan salah satu penggerak ekonomi. "Kita tentu inginnya di 20% dan dari tahun ke tahun jumlahnya menurun," ucapnya.

Layaknya perusahaan, Syarief pun memaklumi ada segelintir koperasi berizin menyandang status 'mati suri'. "Koperasi jumlahnya terus naik, kalau tambah kurang biasa. Perusahaan juga seperti itu. Dan yang selalu saya tekankan, bisnis itu harus fokus," tuturnya.

KUR Tembus Rp 20 triliun

Sementara itu mengenai penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Agustus mencapai Rp 20 triliun, atau kurang Rp 10 triliun lagi untuk menggenakan target pembiayaan untuk rakyat kecil dari pemerintah ini Rp 30 triliun.

Syarief yakin total penyaluran KUR di 2012 akan melebihi target atau sekitar Rp 33 triliun. "Hingga Agustus Rp 20 triliun. Memang demand tinggi, dan akan terus meningkat. Jadi hitung saja sudah berapa dari target. Sepertinya melebihi target, ya sekitar Rp 33 triliun," kata Syarief.

Tidak hanya berprestasi di KUR, dana bergulir juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Agustus ini total penyaluran dana bergulir sudah mencapai Rp 1,1 triliun. "Ini sudah lewat target," tambahnya.

Syarief pun mengakui terjadi kenaikan rata-rata jumlah pinjaman yang diberikan kepada nasabah KUR. Data Kemenkop dan UKM menunjukkan terjadi apresiasi dari Rp 7,6 juta per orang menjadi Rp 11,9 juta per orang. "Memang, kan bisnis juga terus tumbuh. Bagi yang berprestasi akan lebih meningkat," tegasnya.

KUR pun telah disalurkan kepada kurang lebih 68 juta debitur, atau lebih baik dari periode 2008 yang baru mencapai 1,6 juta nasabah.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads