Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, peluncuran fasilitas baru ini memungkinkan para nasabah melakukan transaksi valas di manapun dan kapanpun dengan memanfaatkan inovasi produk dan layanan yang berbasis teknologi.
"Melalui layanan Mandiri e-fx ini, nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang untuk melakukan settlement transaksi valas. Nasabah juga tidak perlu menghubungi ke dealing room untuk mengetahui kurs spesial secara langsung," kata Zulkifli dalam peluncuran Mandiri e-fx di Hotel Four Seasons Jakarta, Senin (1/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga semester I-2012, transaksi valas non-interbank yang dilakukan melalui Bank Mandiri mencapai US$ 32.02 miliar, meningkat 22% dari periode yang sama tahun lalu, yaitu US$ 26,11 miliar," paparnya.
Zulkifli juga mengungkapkan, kehadiran layanan Mandiri e-fx ini diharapkan juga dapat memperkuat penguasaan pasar Bank Mandiri di bisnis transaksi valas.
"Market share (pangsa pasar) kita untuk transaksi forex di Indonesia sudah hampir mendekati 25%," tuturnya.
Pada akhir Juni 2012, total pendapatan atas jasa (fee based) bisnis treasury Bank Mandiri dari transaksi valas mencapai Rp 597 miliar, tumbuh hampir 100% dari Juni 2011 yang sebesar Rp 300 miliar. Sementara total fee based bisnis treasury, termasuk fixed income securities, hingga Juni 2012 tercatat Rp 802 miliar.
(feb/dnl)











































